Beritaseleb – Nama Ferry Irwandi kembali jadi sorotan. Kali ini, bukan karena perdebatan di media sosial, melainkan gerakan Patungan untuk Hutan yang berhasil mengumpulkan donasi hingga Rp13,45 miliar. Angka tersebut terkumpul berkat dukungan lebih dari 160 ribu donatur yang ikut peduli terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pencapaian ini tentu bukan angka kecil. Namun, perjalanan penggalangan dana tersebut masih jauh dari selesai karena target yang ingin dicapai mencapai Rp50 miliar.
Ferry membagikan kabar terbaru itu melalui akun Threads miliknya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada orang-orang yang sudah ikut menyumbang.
“13,45 miliar dengan 160 ribu lebih donatur. Terima kasih kenkawan,” tulis Ferry.
Ferry Irwandi Siapkan Bantuan untuk Korban Karhutla
Dana yang terkumpul bukan sekadar angka untuk dipamerkan. Ferry berencana turun langsung ke sejumlah wilayah untuk menyalurkan bantuan sekaligus melihat kebutuhan warga yang terdampak kebakaran.
Dalam rencananya, ia akan kembali ke Kalimantan pada awal November 2026, kemudian melanjutkan perjalanan ke Sumatera. Ferry juga berupaya mengunjungi Papua agar bantuan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Awal November, saya akan kembali ke Kalimantan, setelahnya Sumatera dan mengupayakan juga ke Papua untuk mendistribusikan bantuan langsung dan memetakan kebutuhan masyarakat di sana. Setidaknya, sampai hujan mulai turun dan asap mereda,” ungkapnya.
Rencana ini menjadi bagian penting dari gerakan Patungan untuk Hutan. Sebab, kebutuhan warga di setiap wilayah bisa berbeda, sehingga bantuan perlu disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.
Target Rp50 Miliar Masih Dikejar
Meski sudah menembus Rp13,45 miliar, jumlah tersebut baru sekitar 27 persen dari target penggalangan dana. Artinya, masih ada perjalanan panjang sebelum angka Rp50 miliar tercapai.
Program yang dibuka sejak 2 September 2026 ini menaruh perhatian pada wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Selain membantu masyarakat terdampak, gerakan tersebut juga diarahkan untuk mendukung penanganan darurat dan pemulihan lingkungan.
Ferry pun tampaknya ingin memberikan perhatian penuh pada agenda tersebut. Ia mengaku akan menunda tawaran kerja sama bisnis dan endorsement selama November agar bisa fokus mengawal penyaluran bantuan.
Keputusan itu sekaligus membuat agenda penyaluran donasi menjadi prioritasnya untuk sementara waktu.
Kini, publik tentu menantikan bagaimana bantuan dari ratusan ribu donatur tersebut disalurkan. Yang paling penting, dana yang sudah terkumpul bisa sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan memberikan dampak nyata bagi wilayah terdampak karhutla.